Bila rindu datang bertandang..
Datang mu tanpa diundang..
Setelah lama memori lama ku benamkan…
Jauh di dasar kolam kehidupan….
Bila rindu bertandang…
Kau bawa sekali kenangan silam..
Yang tak mampu dapat ku lupakan…
Yang tak mungkin luput dalam ingatan…
Bila rindu datang bertandang…
Diri mu dah lama menghilang..
Tinggal diri ku didalam dirundung malang..
Pergi mu tiada sebarang pesan…
Bila rindu datang bertandang..
Aku tak dapat menghalang..
Air mata ku berlinang..
Mengenang nasib untung badan…
Kini…
Bila rindu datang bertandang..
Dihujung sisa hidup ku..kau pulang..
Menceritakan derita mu...
Semasa bersama dia yang kau sayang….
Bila rindu datang bertandang…
Setelah kau gagal menjejak pelangi petang..
Kau rayu aku pulang….
Menyambung kembali jejak yang telah kau tinggal kan..
Thursday, July 14, 2011
Malam Pertama...
Buat renungan kita bersama.
Malam pertama??
Satu hal sebagai bahan renungan Kita...
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan Hawa
Justru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara
Hari itu... mempelai sangat dimanjakan
Mandipun...harus dimandikan
Seluruh badan Kita terbuka....
Tak ada sehelai benang pun menutupinya. ..
Tak ada sedikit pun rasa malu...
Seluruh badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari seluruh bahagian tertentu dikeluarkan
dan seluruh lubang-lubang ditutupi kapas putih...
Itulah sosok tubuh Kita.....
Itulah jasad Kita waktu itu
Setelah dimandikan.. ,
Kita pun akan dipakaikan baju cantik berwarna putih
Kain itu ...jarang orang memakainya..
Kerana sangat terkenal bernama Kafan
Wangian ditaburkan kebaju Kita....
Bahagian kepala..,badan. .., dan kaki diikatkan
Tataplah..... tataplah. ..itulah wajah Kita
Keranda pelaminan.... langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian...
Mempelai diarak keliling kampung yang dihadiri tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul
Kita diiringi langkah longlai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah Dzikir
Akad nikahnya bacaan talkin....
Berwalikan liang lahat..
Saksi-saksinya nisan-nisan.. . yang telah tiba duluan
Siraman air mawar.. pengantar akhir kerinduan
Dan akhirnya.... tiba masa pengantin..
Menunggu dan ditinggal sendirian,
Tuk mempertanggungjawabkan seluruh langkah kehidupan
Malam pertama yang indah atau meresahkan..
Ditemani rayap-rayap dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..
Dan ketika 7 langkah telah pergi....
Sang Malaikat lalu bertanya.
Kita tak tahu apakah akan memperolehi Nikmat Kubur...
Atau kah Kita akan memperolehi Siksa Kubur.....
Kita tak tahu...Dan tak seorang pun yang tahu.....
Marilah membuat keseimbangan dalam kehidupan kita,
sebelum kita Menuju ke 'Malam Pertama Kita''
Malam pertama??
Satu hal sebagai bahan renungan Kita...
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan Hawa
Justru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara
Hari itu... mempelai sangat dimanjakan
Mandipun...harus dimandikan
Seluruh badan Kita terbuka....
Tak ada sehelai benang pun menutupinya. ..
Tak ada sedikit pun rasa malu...
Seluruh badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari seluruh bahagian tertentu dikeluarkan
dan seluruh lubang-lubang ditutupi kapas putih...
Itulah sosok tubuh Kita.....
Itulah jasad Kita waktu itu
Setelah dimandikan.. ,
Kita pun akan dipakaikan baju cantik berwarna putih
Kain itu ...jarang orang memakainya..
Kerana sangat terkenal bernama Kafan
Wangian ditaburkan kebaju Kita....
Bahagian kepala..,badan. .., dan kaki diikatkan
Tataplah..... tataplah. ..itulah wajah Kita
Keranda pelaminan.... langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian...
Mempelai diarak keliling kampung yang dihadiri tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul
Kita diiringi langkah longlai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah Dzikir
Akad nikahnya bacaan talkin....
Berwalikan liang lahat..
Saksi-saksinya nisan-nisan.. . yang telah tiba duluan
Siraman air mawar.. pengantar akhir kerinduan
Dan akhirnya.... tiba masa pengantin..
Menunggu dan ditinggal sendirian,
Tuk mempertanggungjawabkan seluruh langkah kehidupan
Malam pertama yang indah atau meresahkan..
Ditemani rayap-rayap dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..
Dan ketika 7 langkah telah pergi....
Sang Malaikat lalu bertanya.
Kita tak tahu apakah akan memperolehi Nikmat Kubur...
Atau kah Kita akan memperolehi Siksa Kubur.....
Kita tak tahu...Dan tak seorang pun yang tahu.....
Marilah membuat keseimbangan dalam kehidupan kita,
sebelum kita Menuju ke 'Malam Pertama Kita''
Ku Pohon Redha Mu.....
Ku Pohon redha Mu…
Di kebeningan Subuh yang sunyi ini…
Tat kala ku rapatkan dahi ini kelantai…
Aku bemunajat kepada MU Ya Allah..
Aku merintih pada Mu…..
Aku mengharap belas kasih MU…
Berilah Hamba Mu ini keselamatan…
Demi menempuh….. hari hari mendatang…
Siramilah dendam ku…. yang tak kunjung padam….
Basahilah rinduku…. yang kian tak terlekang…
Tenangkan hati ku…dari gelora berpanjangan…
Redha kan diri ku…dari dengki berpanjangan..
Runtuh kan takbur ku…Dari ketinggian yang menjulang…
Bendungi diri ku….dari riak yang kian berkembang…
Hanya pada MU sahaja…
Dapat ku pohon kan…
Agar semua ini hilang tanpa kesan..
Hamba terlalu takut untuk keNeraka MU… Ya Allah.….
Tapi Hamba tak berdaya keSyurga mu….
6:20 am
Rabu 20 Jan 2010
Bersamaan 4 Safar 1431
Di kebeningan Subuh yang sunyi ini…
Tat kala ku rapatkan dahi ini kelantai…
Aku bemunajat kepada MU Ya Allah..
Aku merintih pada Mu…..
Aku mengharap belas kasih MU…
Berilah Hamba Mu ini keselamatan…
Demi menempuh….. hari hari mendatang…
Siramilah dendam ku…. yang tak kunjung padam….
Basahilah rinduku…. yang kian tak terlekang…
Tenangkan hati ku…dari gelora berpanjangan…
Redha kan diri ku…dari dengki berpanjangan..
Runtuh kan takbur ku…Dari ketinggian yang menjulang…
Bendungi diri ku….dari riak yang kian berkembang…
Hanya pada MU sahaja…
Dapat ku pohon kan…
Agar semua ini hilang tanpa kesan..
Hamba terlalu takut untuk keNeraka MU… Ya Allah.….
Tapi Hamba tak berdaya keSyurga mu….
6:20 am
Rabu 20 Jan 2010
Bersamaan 4 Safar 1431
Wednesday, July 13, 2011
Tuesday, July 12, 2011
Saturday, May 7, 2011
Subscribe to:
Comments (Atom)
